Saturday, September 3, 2011

Berilah Cinta Tanpa Mengharapkan Balasan

http://www.wayantulus.com/wp-content/uploads/2010/11/kata-mutiara-cinta.jpg 

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, jadi seharusnya kita melihat yang ada di depan. Dan bukan yang sudah berlalu.

Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, semiskin manapun kita, kita tetap kaya. Kenapa? Karena tidak seorangpun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan boleh membunuh. Jadi, lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajarlah untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah sekali mengharapkan orang lain mencintai Anda dengan cara dan sebanyak yang sudah Anda berikan.

Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka Anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.

From :
GoogleBottle

Tempe dan Telur Gosong

http://i.okezone.com/content/2010/07/07/307/350566/Hchi3dwQsi.jpg 

Dua puluh tahun telah berlalu, namun masih terbayang jelas kenangan indah berikut:

Suatu malam, mama yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam mama selesai menghidangkan makan malam papa yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! Saya melihat mama sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi papa yang pulang kerja, pasti sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Papa dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan mama dengan tersenyum, dan bahkan berkata, “Mama terima kasih!”, dan papa terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar mama meminta maaf karena telor dan tempe yang gosong itu, dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang papa katakan, “”Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.”

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada papa, saya bertanya apakah papa benar-benar menyukai telur dan tempe gosong. Papa memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “Anakku, mama sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, jadi sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya. BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan sehat, bertumbuh dan abadi. Ingatlah emosi sesaat tidak akan pernah menyelesaikn masalah yang ada, dan selalulah berpikir dewasa mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasan sendiri. Janganlah kita menjadi orang yang egois, hanya mau dimengerti tapi tidak mau mengerti.

From :
GoogleBottle

Percakapan Bayi dengan Tuhan

http://www.mystudios.com/art/modern/picasso/picasso-mother-and-child.jpg 

Sebuah renungan, mudah-mudahan bermanfaat…….


Percakapan Bayi Dengan Tuhan
Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan:
Bayi: “Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil & lemah.”

Tuhan: “Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”

Bayi: “Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya.”

Tuhan: “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.”

Bayi: “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?”

Tuhan: “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara.”

Bayi: “Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”
Tuhan: “Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa.”

Bayi: “Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?”
Tuhan: “Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya.”

Bayi: “Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi.”

Tuhan: “Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu.”

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?” Jawab Tuhan, “Kamu akan memanggil malaikatmu, … IBU”.

 From :
GoogleBottle

Pikiran Kecil, Sedang dan Besar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhpF_HJFWWGXlN753Y_WgwstUmhbQ1yag2qaX5n_IK8nEay3La11WQ_3shHIRgI45C4QUU3I_YW8go66Q37zsFPK6mztVkqMVXSVwReKP0mvO5JV6D5Sd28m7r5ZlRe-pVUc_3TZuS_BY/s320/human+brain+4.jpg 




Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, isteri mantan Presiden USA yang mengatakan :

“Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas.”

“Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan.”

Maka sebagai akibatnya …
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya. Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”, PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”.

Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda. Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan : “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?” Si Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL ?” Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”.

Dan pikiran yang terakhir itulah yang konon meng-inspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang terkenal. Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil. Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.

Si PIKIRAN KECIL biasanya senang melahap TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH, si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA, si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ ARTIKEL atau bbm yang membangkitkan INSPIRASI…semangat!!

From :
GoogleBottle

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites